Senin, 15 Desember 2014

Profil Perusahaan LIstrik



BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Tinjauan Perusahaan
2.1.2 Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.
2.1.3 Misi
  • Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
  • Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
  • Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
  • Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
 2.1.4 Moto
“Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik”




2.2 Sejarah PT.PLN (persero)
Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri. Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW. Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965.
Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan. Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.
Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.
2.3 Instalasi Ketenagalistrikan
       Secara garis besar system tenaga listrik pada PT.PLN (persero) dibagi atas tiga bagian utama yaitu Pembangkitan,Instalasi Transmisi & Gardu Induk (disebut juga Instalasi Penyaluran ) serta Instalasi Distribusi.
Gambar 2.1. Topologi Instalasi Ketenagalistrikan
           Dimana pada bagian pembangkit terdiri atas beberapa jenis meliputi : PLTA, PLTU, PLTG, PLTD, PLTN dan lainnya, tenaga listrik yang di hasilkan oleh pembangkit dalam penyalurannya dengan  menaikan tegangan dengan menggunakan transformator step up (trafo penaik tegangan) hingga energy menjadi tegangan dengan nilai tegangan tinggi di sebut SUTT dan tegangan extra tinggi di sebut SUTET, kemudian di salurkan melalui saluran transmisi yang telah terinterkoneksi dengan semua sumber pembangkit yang telah ada.

         Dari fase transmisi ini maka energi listrik yang di hasilkan akan di hubungkan dengan gardu induk (GI) .tegangan yang di terima oleh GI akan di turunkan kembali dengan menggunakan transformator step down (trafo penurun tegangan) hingga menjadi energy listrik dengan kapasitas tegangan menengah.

         Pada saat energy listrik yang telah di ubah menjadi tegangan menengah maka tegangan akan memiliki nilai sebesar 6 kV,12 kV dan 20 kV sebgai jaringan tegangan menengah (JTM). Setelah melewati saluran JTM ,tenaga listrik di turunkan lagi tegangannya oleh transformator distribusi hingga menjadi tegangan rendah dengan tegangan 380/220 Volt atau 220/127 Volt sebagai jaringan listrik tegangan rendah (JTR) dan di salurkan kepada pelanggan dengan sambungan pelayanan (SL)  dari pendistribusian .



2.4  Profil PT. PLN (Persesro) Wilayah Sumatera Barat
PLN Wilayah Sumatera Barat saat ini memiliki 1.034.495 pelanggan. Wilayah kerja PLN Wilayah Sumatera Barat adalah 19 kota kabupaten di Sumatera Barat dan 1 kabupaten di Jambi yaitu Kerinci. Dengan 4 Area yaitu Area Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh, PLN Sumbar siap memberikan pelayanan kepada pelanggan dan siap memberikan kesinambungan listrik kepada pelanggan.
Pegawai yang berjumlah 1.025 orang siap memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan terus mengembangkan layanan-layanan kelistrikan yang dipasok melalui sistem interkoneksi Sumatera dan juga sistem isolated PLTD di beberapa tempat yaitu Sungai Penuh Kerinci, Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
PLN WSB memiliki aset distibusi 8.600,8 kms Jaringan Tegangan Menengah dan 10.883,6 Jaringan Tegangan Rendah dan 6.442 Gardu distribusi dengan 6.449 Trafo distribusi berkapasitas 576.029 kVA.
Fitur – fitur layanan yang sekarang sedang digalakkan oleh PLN Pusat juga sudah terdapat di Sumatera Barat seperti Listrik Pintar, Pembayaran listrik secara online nasional dimana pelanggan PLN Sumatera Barat sudah bisa melekukan pembayaran listrik dimana saja dan kapan saja di seluruh indonesia. selain itu PLN Wilsumbar juga sudah memiliki Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yang dapat melakukan pemeliharaan distribusi tanpa melakukan pemadaman.
2.5 Gambaran Umum PT.PLN (Persero) Rayon Padang Panjang
         PT.PLN (Persero) Rayon Padang Panjang, PLN yang bertugas untuk menjalankan dan menangani segala permasalahan,yang berkaitan dengan pelayanan kelistrikan oleh PLN dengan daerah operasi yaitu padang panjang,singgalang koto baru,batipuah,sumpur,batang arau dan sekitarnya.

          PT.PLN (Persero) Rayon Padang Panjang menangani permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan, pengoperasian jaringan distribusi, pemeliharaan jaringan distribusi, pemasangan jaringan tegangan menengah, pemasangan jaringan tegangan rendah, perbaikan jaringan tegangan menengah, perbaikan tegangan rendah, dan pemakaian energi listrik yang terkait secara langsung dengan konsumen seperti penggunaan dan pemasangan KWH meter dan perbaikan instalasi jaringan dari tiang hingga ke KWH meter.

           Dan menangani segala hal yang berkaitan dengan administrasi kelistrikan baik pemasangan listrik ke rumah konsumen dan pemberian segel dan denda terkait dengan permasalahan yang ada.
PT. PLN Rayon Solok memiliki Pegawai sebanyak 16 orang, dengan jumlah pelanggan sekitar 35.000 pelanggan.


PT.PLN (Persero) Rayon Padang Panjang  memiliki 6 feeder dan 1 ekspres feeder yaitu:
1.      Feeder  Kota
2.      Feeder Ombilin
3.      Fedeer Air mancur
4.      Feeder Sungai Talang
5.      Feeder Air Hangat
6.      Feeder III Koto Baru
7.      Ekspres  Feeder

              2.6 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero)
Struktur adalah kerangka agar segala sesuatu dikerjakan melalui proses strukturisasi suatu restrukturisasi yaitu, pengelompokkan kegiatan penentuan wewenang dan huhungan. Sedangkan Organisasi itu sendiri adalah sebuah kesatuan yang ada, karena adanya suatu tuuan yang menentukan apa yang harus dikerjakan. Pembentukan dan pengembangan sebuah organisasi untuk menjadi yang terbaik dengan menggunakan sumber daya manusia yang ada, merupakan rancangan pengembangan dan pemeliharaan sistem koordinasi. Kegiatan Individual atau kelompok kerja sama dibawah wewenang dan kepemimpinan.
Struktur Organisasi adalah kerangka pengelompokkan kegiatan penentuan wewenang dan hubungan dalam kesatuan yang ada. Kerangka kerja yang terbentuk diatas dasar merupakan struktur organisasi itu sendiri. Kerangka kerja di bawah ini bukanlah suatu hal yang statis, kerangka ini ada pada saat menggambarkan siapa yang mengerjakan dan merumuskan hubungan antara bagian-bagian berbeda dari organisasi tersebut. Hal ini dapat terus berubah disekitar atau dibelakang struktur formal yang ada terjadi pada semua jenis proses informal sehingga hal ini dapat membuatnya bekerja.

2.7 Fungsi dan Tugas Pokok Unit Organisasi pada PLN
Ø  General Manager
Bertindak atas nama direksi untuk mengkoordinasikan para manager bidang dan manajer-manajer cabang, serta bertanggung jawab atas pengelolaan usaha melalui optimalisasi seluruh sumber daya secara efisien, efektif, dan strategis serta menjamin hasil penerimaan penjualan tenaga listrik, peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan profitabilitas serta iklim kerja yang produktif

Ø  Auditorial Internal
Bertanggung jawah atas penyelenggara audit internal sesuai program kerja tahunan dan pemantauan tindak lanjut hasil temuan, pembinaan dan penyempurnaan sistem manajemen dan operasional untuk mendukung terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik.
1.      Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan sesuai dengan program kerja perusahaan.
2.      Melaksanakan audit internal yang meliputi audit keuangan, teknik, manajemen SDM.
3.      Memberikan masukan dn rekomendasi yang menyangkut proses manajemen dan operasional.
4.      Memonitor tindak lanjut temuan hasil audit internal.
5.      Menyusun laporan manajemen bidangnya

Ø  Bidang Perencanaan
Bertanggung Jawab atas tersusunnya perencanaan kerja, system manajemen kerja, perencanaan investasi, dan pengembangan aplikasi system informasi untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memiliki efisiensi, mutu dan keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka acuan pelaksana kerja.

Ø  Bidang Distribusi
Bertanggung jawab atas tersusunnya strategi, standarisasi dan penerapan system pengelolaan jaringan distribusi serta penerapan manajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan untuk menndukung upaya pengusaha tenaga listrik yang memiliki efisiensi, mutu dan kendala yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja.

Ø  Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan
Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan dan penjualan tenaga listrik, pengembangan pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan pelanggan serta transaksi pembelian tenaga listrik yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, serta ketersediaan standar pelaksanaan kerja dan terciptanya interaksi kerja yang baik antar unit-unit pelaksanaan.

Ø  Bidang Keuangan
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan anggaran dan keuangan unit usaha sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik, pengelolaan pajak dan asuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan akutansi yang akurat dan tepat waktu.

Ø  Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi
Bertanggung jawab atas penyelenggara pengelolaan manajemen SDM dan Organisasi, administrasi kepegawaian dan hubungan industrial untuk mendukung kelancaran kerja organisasi.

Ø  Bidang Komunikasi Hukum dan Administrasi
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan administrasi kesekretariatan, komunikasi masyarakat dan hukum, pengelolaan keamanan, sarana dan prasarana kantor serta pembinaan lingkungan untuk mendukung kelancaran kerja organisasi.




Ø  Cabang
Mengelola dan melaksanakan kegiatan penjualan tenaga listrik, pelayan, pelanggan, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit dan jaringan distribusi tenaga listrik di wilayah kerjanya secara efisiensi tata kelola yang baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan pendapatan perusahaan yang didukung dengan pelayanan, mutu dan keandalan pasokan yang memenuhi kebutuhan pelanggan, serta melakukan pembinaan dan pembedayaan unit asuhan di bawahnya.

Ø  Ranting
Mengelola dan melaksanakan kegiatan penjualan tenaga listrik, pelayanan, pelanggan, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit dan jaringan distribusi tenaga listrik di wilayah kerjanya secara efisiensi tata kelola yang baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan pendapatan perusahaan yang didukung dengan pelayanan, mutu dan keandalan pasokan yang memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ø  Rayon
Mengelola dan melaksanakan kegiatan penjualan tenaga listrik, pelayanan, pelanggan, dan jaringan distribusi tenaga listrik di wilayah kerjanya secara efisiensi tata kelola yang baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan pendapatan perusahaan yang didukung dengan pelayanan, mutu dan keandalan pasokan yang memenuhi kebutuhan pelanggan.

1 komentar:

  1. ituDewa Poker Domino QQ | Ceme Judi Domino QQ | Agen Domino QQ | Domino QQ Online | Agen Poker | Judi Poker | Poker Online | Agen OMAHA | Agen Super Ten | BlackJack

    PROMO SPESIAL GEBYAR BULANAN ITUDEWA. KUMPULKAN TURNOVER SEBANYAK-BANYAKNYA DAN DAPATKAN HADIAH YANG FANTASTIS DARI ITUDEWA.

    MAINKAN DAN MENANGKAN HADIAH TOTAL RATUSAN JUTA, TANPA DI UNDI SETIAP BULANNYA!

    ? DAIHATSU ALYA 1.0 D MANUAL ( Senilai Rp.100.000.000,- )
    ? New Yamaha Vixion 150 ( Senilai Rp.25.340.000,- )
    ? Emas Antam 10 Gram ( Senilai Rp.10.160.000,- )
    ? Free Chips 1.500.000
    ? Free Chips 1.000.000
    ? Free Chips 250.000

    SYARAT DAN KETENTUAN : KLIK DISINI

    DAFTARKAN DIRI ANDA SEGERA : DAFTAR ITUDEWA

    1 ID untuk 7 Game Permainan yang disediakan oleh Situs ituDewa

    => Bonus Cashback 0.3%
    => Bonus Refferal 20% (dibagikan setiap Minggunya seumur hidup)
    => Bonus UPLINE REFERRAL UP TO 100.000!
    => Bonus New Member 10%
    => Customer Service 24 Jam Nonstop
    => Support 7 Bank Lokal Indonesia (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Cimb Niaga, Permata Bank)

    • Deposit Via Pulsa, OVO & GOPAY
    • Pusat Bantuan ituDewa

    Facebook : ituDewa Club
    Line: ituDewa
    WeChat : OfficialituDewa
    Telp / WA : +85561809401
    Livechat : ituDewa Livechat

    BalasHapus